MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan Bootcamp dan Uji Kompetensi Calon Instruktur Tersertifikasi pada 5–6 September 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mencetak instruktur Muhammadiyah yang memiliki pengakuan nasional maupun internasional.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, dalam amanatnya menekankan pentingnya inovasi, profesionalitas, dan kesungguhan dalam berorganisasi.
“Kita harus melakukan sesuatu yang belum sempat dipikirkan oleh orang lain. Kita tidak boleh tertinggal dari perkembangan zaman,”jelas Irwan pada Sabtu (5/9) dalam Pembukaan Bootcamp dan Uji Kompetensi Calon Instruktur Tersertifikasi.
Irwan juga mengatakan, dalam Muhammadiyah harus ada ‘kegilaan-kegilaan’ beraktivitas, beramar ma’ruf nahi munkar, serta bekerja dengan sepenuh hati.
“Bekerja harus profesional, tekun, dan berlandaskan keahlian serta pengetahuan yang dimiliki. Bukan lagi saatnya Muhammadiyah diurus sekedarnya, tetapi harus dikerjakan secara profesional dan sungguh-sungguh, dengan tetap mengikuti perkembangan zaman dan teknologi serta menata organisasi secara modern,” tegasnya.
Sementara Direktur Pusdiklat Muhammadiyah, Sarjilah, menegaskan pentingnya kompetensi instruktur untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi bangsa.
“Uji Kompetensi Calon Instruktur Tersertifikasi ini diharapkan dapat memiliki pengakuan nasional dan internasional. Muhammadiyah dalam mendirikan Pusdiklat dan LSP dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi negara ini. Untuk itu, instruktur Muhammadiyah harus memiliki kemampuan setara bahkan lebih dari lembaga lain, dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman, sehingga kader Muhammadiyah bisa diterima di berbagai lingkungan, baik nasional maupun internasional. Pusdiklat dan LSP hadir untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkap Sarjilah.
Kegiatan Bootcamp dan Uji Kompetensi ini diikuti oleh para calon instruktur dari berbagai perwakilan Majelis, Lembaga, dan Biro Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Harapannya, instruktur Muhammadiyah dapat memiliki kapasitas unggul, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi lebih luas untuk persyarikatan dan bangsa.