Agenda ini dibuka secara resmi oleh Sarjilah selaku Direktur PusdiklatMu. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa teknisi laboratorium adalah motor penggerak aktivitas akademik yang vital. "Kita ingin melahirkan tenaga laboratorium yang tidak hanya tangkas secara teknis dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan integritas dalam setiap pekerjaan mereka," tutur beliau.
Langkah penguatan ini diawali dengan pemaparan dari Paryanto yang menekankan urgensi membangun sistem laboratorium yang aman dan akuntabel. Paryanto menekankan bahwa laboran harus mengintegrasikan etika Islami dalam praktiknya .Tak hanya soal teknis, sisi manajerial juga disentuh oleh Ahmad Muntaha yang mengajak peserta mengasah keterampilan komunikasi profesional, sembari menyusun dokumen SOP yang presisi sebagai panduan kerja harian yang terstandar.
Beranjak dari kesiapan administratif tersebut, fokus pelatihan berlanjut pada penguatan keterampilan teknis di mana Yuni Sulistyaningsih memberikan pemahaman komprehensif mengenai preparasi larutan kerja, yang kemudian diikuti dengan materi akurasi dokumentasi oleh Lukman Hakim. Lukman menekankan bahwa setiap aktivitas laboratorium harus bermuara pada akurasi data. Beliau mengulas pentingnya pencatatan dan penyajian data secara sistematis sebagai kunci akuntabilitas serta kontrol kualitas laboratorium."
Melengkapi rangkaian kompetensi tersebut, aspek perlindungan kerja menjadi perhatian utama yang diulas secara mendalam oleh Novi Caroko. Beliau menekankan bahwa budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah bagian integral untuk menjamin keamanan operasional. Rangkaian materi ini kemudian disempurnakan oleh Nur Huda Wijaya yang memaparkan pentingnya metrologi dan kalibrasi alat, guna memastikan setiap hasil pengujian memiliki ketertelusuran dan validitas pada standar internasional.
Seluruh rangkaian materi tersebut tidak hanya berhenti pada teori, namun diimplementasikan langsung dalam suasana pelatihan yang interaktif. Hal ini terlihat dari antusiasme para peserta saat sesi diskusi berlangsung. Salah satunya diungkapkan oleh Anggi Josetio Prayoga, yang menilai bahwa sangat terbantu dengan metode pelatihan yang aplikatif. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mudah dipahami karena relevan dengan tantangan nyata yang ia hadapi di laboratorium setiap harinya.
Melalui Pelatihan ini, PusdiklatMu berharap para teknisi laboratorium mampu memberikan layanan yang lebih profesional, konsisten menjaga keselamatan kerja, serta memperkuat sistem manajemen laboratorium yang unggul dan berkelanjutan di lingkungan PTMA.
Wujudkan Standar Global, PusdiklatMu Gelar Pelatihan Teknisi Laboratorium di UM Bengkulu
Wujudkan Standar Global, PusdiklatMu Gelar Pelatihan Teknisi Laboratorium di UM Bengkulu
Category
Berita
Date Released
21 April 2026
Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas tenaga kependidikan. Melalui gelaran Pelatihan Teknisi Laboratorium Level 3 (SKKNI) pada Senin 20 April 2026, PusdiklatMu berupaya membawa tata kelola laboratorium di lingkungan PTMA ke level profesionalisme yang lebih tinggi.